Divisi Anti Narkotika RIM Berikan Materi P4GN dalam Gema Ramadan 2025 DKC Kota Serang
![]() |
Rio (tengah) berfoto bersama dengan Hudori (kanan) dan peserta Gema Ramadan 2025 |
Kota Serang, 25 Maret 2025 – Divisi Anti Narkotika Revolusioner Inspiration of Mind (RIM) turut berperan dalam memberikan inspirasi dan edukasi mengenai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada para peserta Gema Ramadan 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kota Serang di Aula Kwarcab Kota Serang dan berlangsung dengan seru serta interaktif.
Sesi ini menghadirkan Kepala Divisi Anti Narkotika RIM, Rio Prayoga Wanadri, yang didampingi oleh Ketua DKC Kota Serang, Ahmad Hudori. Dalam paparannya, Rio Prayoga menekankan bahwa generasi muda adalah target utama penyalahgunaan narkotika, sehingga diperlukan pemahaman yang kuat tentang dampak buruk serta strategi pencegahannya.
Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami bahaya narkotika dari berbagai aspek, termasuk kesehatan, hukum, dan dampak sosial. Berikut beberapa poin penting yang disampaikan dalam materi P4GN:
1. Jenis dan Bahaya Narkotika
- Narkotika alami (ganja, opium, kokain)
- Narkotika sintetis (sabu-sabu, ekstasi, LSD)
- Dampak terhadap tubuh, seperti gangguan saraf, jantung, paru-paru, serta penurunan daya ingat dan kecerdasan.
2. Modus Operandi Peredaran Gelap Narkotika
- Penyebaran melalui media sosial dan komunitas remaja.
- Penyamaran dalam bentuk makanan atau minuman berenergi.
- Penggunaan dalam pergaulan bebas dan pesta ilegal.
3. Strategi Pencegahan bagi Remaja
- Meningkatkan kesadaran diri dan menolak ajakan yang mencurigakan.
- Memperkuat pergaulan positif dan komunitas yang sehat.
- Mengikuti kegiatan Pramuka dan organisasi sosial sebagai wadah pengembangan diri.
4. Konsekuensi Hukum bagi Pengguna dan Pengedar
- UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengatur sanksi berat bagi pelaku penyalahgunaan.
- Ancaman hukuman pidana bagi pengguna, pengedar, dan bandar narkoba.
Peserta Gema Ramadan 2025 tampak antusias mengikuti sesi ini. Beberapa di antaranya aktif bertanya mengenai cara mengenali lingkungan yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba serta langkah konkret yang bisa dilakukan jika menemukan kasus di sekitar mereka.
Ketua DKC Kota Serang, Ahmad Hudori, mengapresiasi kehadiran RIM dalam memberikan edukasi yang relevan bagi generasi muda. "Materi P4GN ini sangat penting karena Pramuka sebagai agen perubahan harus memiliki pemahaman yang kuat dalam melawan bahaya narkotika," ujarnya.
Sementara itu, Rio Prayoga Wanadri berharap agar para pemuda semakin berani mengatakan ‘tidak’ pada narkoba dan menjadi pelopor gerakan anti narkotika di lingkungannya. "Narkoba bisa menghancurkan masa depan. Jangan sampai kita terjerumus, dan yang paling penting, beranilah untuk melapor jika ada penyalahgunaan di sekitar kita," tegas Rio.
Dengan adanya edukasi ini, diharapkan peserta Gema Ramadan 2025 semakin sadar akan pentingnya menjaga diri dari pengaruh buruk narkotika dan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.